Thursday, June 30, 2016

Cara Mengajari Anak Shaum

Cara Mengajari Anak Shaum

Orang tua pasti senang buah hatinya sudah bisa menjalankan shaum, meski cuma setengah hari. Tak sedikit pula orang tua khawatir akan jadi sakit karena berusaha ikut - ikutan sahur.




Dua hal itu pernah dialami oleh para orang tua muda. Mereka berharap anaknya bisa terbiasa dengan shaum, kelak besar jadi anak yang shaleh shalehah. Namun disisi lain, ada ketakutan jika hal itu akan menyebabkan si anak sakit bahkan malah merusak nafsu makannya karena perubahan pola makan.


Pada kesempatan kali ini penulis akan berbagi cara yang baik mengajari anak shaum. Perlakuan ini hanya husus anak dibawah lima tahun, sebab berbeda perlakuannya pada anak yang sudah masuk sekolah kelas satu SD.



Cara ajari anak shaum



  1. Tidak menyuruhnya shaum.


  2. Biarkan anak meniru orang tuanya shaum.


  3. Biarkan anak shaum sekuatnya bertahan.


  4. Jangan sembunyikan makanan karena bulan shaum.

    Sebaliknya siapkan makanan untuk anak sesuai pola makannya. Sehingga ketika anak sudah tidak tahan bisa langsung makan.


  5. Biarkan anak shaum sampai maghrib, jika itu kehendak si anak.

    Jika si anak tahan hingga beduk maghrib, berikan teh manis hangat dan makanan manis. Jangan berikan minuman yang menggunakan es. Setelah 20 menit beri makan atau setelah shalat maghrib ajak makan bersama.

    Pada fase ini jika anak ingin es krim atau es buah, bisa diberikan.


Demikian sedikit tips sederhana mengajari anak shaum.


Semoga ada manfaatnya.